Uncategorized

Tahap dalam membuat guru di sekolah melek teknologi

Tahap dalam membuat guru di sekolah melek teknologi

(disadur:Agus Sampoerno)

Kebutuhan agar seorang guru melek teknologi biasanya datang dari pihak di luar guru. Misalnya kepala sekolah atau yayasan tempat sekolah itu bernaung.
Sangat jarang saya menemukan keinginan belajar TIK atau teknologi datang dari guru itu sendiri. Kecuali memang dari guru yang sangat berdedikasi pada tugas sucinya sebagai guru.
Mohon bedakan antara penguasaan teknologi disini adalah penguasaan sosial media. Teknologi yang saya maksud adalah penguasaan piranti yang menunjang pengajaran dan pembelajaran.

Kebanyakan guru sudah fasih dalam gunakan media sosial (facebook dan lain sebagainya) namun masih konvensional dalam cara mengajar.

Beberapa penyebabnya antara lain:

1. Guru merasa untuk apa mengajar kreatif dengan teknologi, toh yang penting mempersiapkan siswa agar hasil ujian nasionalnya hasilnya baik
2. Peralatan komputer yang guru punya kebanyakan dari hasil guru itu sendiri yang membeli.

3. Mengajar dengan teknologi atau tidak gaji yang dibawa pulang tiap bulan toh sama saja.
4. Masih ada pikiran bahwa media sosial untuk senang-senang bertemu teman lama dan baru sedangkan mengajar yaa mesti dengan buku dan metode ceramah.
5. Selama kepala sekolah belum memaksa atau pengawas belum mewajibkan maka guru belum merasa penting untuk gunakan teknologi.

Lima penyebab guru mengajar secara konvensional (dalam hubungannya dengan teknologi) diatas bisa diatasi dengan hal berikut ini

1. Jika ada dana sekolah lakukan pemberian pinjaman lunak untuk guru bisa membeli laptop yang sudan dilengkapi piranti lunak yang menunjang pembelajaran. Biarkan saja jika guru sudah punya laptop dan ingin memanfaatkan program ini. Guru akan membayar dengan pola cicilan 2 tahun yang dipotong dari gajinya. Dengan adanya program ini, guru mau tidak mau akan mengunakan teknologi untuk mengajar, karena merasa difasilitasi oleh sekolah.
2. Kepala sekolah memasukkan aspek penggunaan teknologi dalam supervisi guru. Guru akan terpacu untuk kreatif dalam menggunakan teknologi dalam pembelajaran

3. Sekolah berinvestasi dengan mengencangkan wifi di sekolah. Wifi yang kencang mungkin akan dipakai mengunduh musik atau melihat video lucu (streaming) bagi sebagian guru. Namun jika diarahkan guru akan mencari sumber dan inspirasi belajar lewat internet.
4. Adakan diskusi santai yang rutin dan terjadwal dengan tema mengenai teknologi. Tema yang dibahas tidak sekedar ‘how to’ tapi juga cara menjaga anak di internet dan tata krama tingkah laku di dunia maya. Guru juga bisa berbagi kisah sukses penggunaan internet di kelas masing-masing.

Langkah diatas tidak akan berhasil tanpa contoh dan sikap ngotot dari kepala sekolah bahwa teknologi dalam pembelajaran sangat penting untuk dilaksanakan oleh guru. Sebagai cara untuk memastikan anak-anak kita siap hadapi masa depan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s